Tadi sore ke rumah baru karna kebetulan juga sekalian nongkrongin kasur dari comforta…
lumayan murah sih udah lapis latex harganya 4.6jt…
dibandingkan The Luxe dan celine hm…
bisa robek kantong…
apalagi banyak keperluan lain jadi seri2 uang kami selanjutnya bisa untuk beli2 yang belum kebeli wahahaha…
Setelah datang kasurnya mau pulang malas juga…
kalyssa diajakin pulang ke apartemen juga masih betah yowiss akhirnya nunggu si neng mau pulang sambil nonton film ga jelas judulnya King of the Hill…
bukannya latah mau ikutan jeung Lala ngebahas film…tapi ada satu hal menarik dari film itu…sebuah film yang sangat2 monoton…
Sepertinya sang director mau menjadikan filem ini a thriller movie tapi kemampuannya belum sampe kesana jadi yaaaaahh apa daya cuma kemonotonan alur cerita yang berlanjut…
Settingnya di dataran Eropa di sebuah lembah yang fantastis scenery-nya… pemainnya udah pasti yahuuudlahhh…secara berhidung bangir, bermata biru, tinggi, berdada bidang huuuuu…owkey…sampe disana masih menarik untuk ditonton…
dimulailah cerita dengan seorang pengemudi, Quinn, yang berhenti di sebuah pom bensin untuk mengisi bensinya dan menelpon perempuan yang tidak pernah berhasil dihubungi… disana dia bertemu dengan seorang pengutil cantik, Bea, yang akhirnya nanti juga bersama-sama mengalami pengejaran tiada henti dengan taruhan nyawa…
long story short… semua orang ditembak mati… kecuali si laki2 pemeran utamanya…dia satu2nya karakter yang dipertahankan untuk hidup dan tampaknya memang dimaksudkan untuk dipertemukan dengan snipers yang dari awal filem menembaki orang2 tanpa alasan yang jelas dan ga jelas juga tujuannya mau nembak yang mana…pokoknya semua orang ditembak!
Ternyata…masih usaha juga tu si director membikin kejutan di penghujung cerita filem…
1. snipernya dua orang anak laki2 yang bahkan belum menginjak usia remaja yang menenteng nenteng senapan mirip AK47 dan juga senapan kaliber 50 (ahhh begini nih korban generasi hollywood dan bukan bollywood
)
2. membunuh hanya untuk kesenangan
3. pembunuh yang pengecut karna dari awal selalu menembak dari kejauhan dan ketika korbannya lengah
4. akhirnya satu dari dua pembunuhnya mati kehabisan nafas di tangan Quinn di dalam sebuah bak air… dahsyat lucu benerrrr…
kenapa ya dari filem sejelek ini gue malah membuat postingan yang ga penting ini…
karna banyak sekali manusia2 di luar sana yang tega berbuat seperti dua pembunuh itu…
tanpa alasan yang jelas…
tanpa rasa kasihan…
tanpa hati nurani…
bisa mempermainkan hidup dan nyawa orang lain seenaknya…
cuma demi kesenangan pribadi…
ahhh…mungkin harus mulai belajar kungfu juga nih kalau2 ada yang sirik dan berniat mencelakai aku…hahahahaha…. ga ngaruh kaleee…

February 19, 2009 at 11:42 pm
King of the Hill, kok beda ya ceritanya. Kalau disini malah satu-satunya film kartun yang menurutku layak ditonton anak kecil adalah King of the Hill. Selalu mengetengahkan moral dan kebenaran.
Latar belakangnya bukan Texas ya Jeung? Pemeran anak-anaknya Bobby Hill bukan? Nama bapaknya Hank Hill dan Ibunya Paty Hill bukan?
Wah ini komentar kok malah banyak pertanyaannya??..
Thanks